Yoko Ono Menentang Pembebasan Pembunuh John Lennon

Yoko Ono Menentang Pembebasan Pembunuh John Lennon

- detikHot
Rabu, 28 Jul 2010 12:21 WIB
Yoko Ono Menentang Pembebasan Pembunuh John Lennon
Jakarta - Istri John Lennon, Yoko Ono, menentang pembebasan pembunuh suaminya, Mark David Chapman. Jika David bebas, Ono takut keselamatan anaknya, Sean Lennon terancam.

Jika pembebasan bersyarat Chapman disetujui pihak pengadilan, maka pria asal Texas itu akan bebas pada pertengahan Agustus 2010 ini. Namun sebelumnya David harus mengikuti sesi wawancara dengan 3 anggota dewan pembebasan yang dimulai pada 9 Agustus 2010 selama 2 minggu.

Sejak tahun 2000, ini adalah kali keenam pria berumur 55 tahun itu mendapatkan kesempatan untuk bebas bersyarat. Namun pihak pengadilan selalu menolak pembebasan bersyarat David atas keinginan Ono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ono selalu mengirimkan surat penolakan pembebasan David secara berkala setiap 2 tahun sekali. "Posisinya (Ono) tidak berubah," kata pengacara Ono, Peter Shukat seperti dilansir Reuters, Rabu (28/7/2010).

Surat yang dikirimkan kepada pihak dewan pembebasan David bertuliskan kerisauan Ono. "Aku takut itu (pembunuhan) akan membawa kembali mimpi buruk, kekacauan dan kebingungan untuk saya dan dua putra John. Mereka akan merasa tidak aman selama sisa hidup," begitu tulis Ono.

Tidak hanya itu, pembebasan David dari penjaranya di Attica State Prison, Amerika Serikat selalu ditolak juga karena khawatir akan dampak dari pembebasan tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kelompok Hak Asasi Tahanan Attica, Robert Gangi.

"Mengingat bahwa ia melakukan kejahatan yang sangat berbahaya dan ia membunuh salah satu orang paling terkenal dan paling dicintai di dunia, sangat tidak mungkin tiga anggota dewan pembebasan bersyarat akan memilih untuk memberinya kebebasan," jelas Gangi.

Sekedar informasi, Mark David Chapman adalah salah satu penggila The Beatles sejak grup musik yang dikepalai John Lennon itu berdiri. Namun, tiba-tiba David mempunyai pemikiran bahwa Lennon membawa pengaruh yang tidak baik ke dunia.

Pada 8 Desember 1980, Lennon ditemukan tewas di lorong pintu masuk The Dakota, apartemen tempat Lennon dan Ono tinggal. Lennon tewas dengan luka empat tembakan di tubuhnya.

Belakangan, David mengakui dirinya membunuh Lennon dengan 5 tembakan. David pun divonis 25 tahun penjara pada tahun 1981 oleh pengadilan. Seharusnya David sudah bisa bebas, namun kebebasannya selalu ditentang Ono.

(ebi/eny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads