"Satu tahun terakhir ini saya dan istri menjadi badut. Sudah susah soalnya kalau mau melawak," curhat Cholik saat ditemui detikhot di di RSCM, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (30/6/2010).
Cholik berusaha memasang iklan kecil-kecilan di koran dan di pinggir-pinggir jalan. Namun dewi fortuna tidak berpihak padanya. Tetap saja order seret datang. Zaman memang sudah berbeda. Pentolan Pelita Grup itu tidak lagi jaya seperti saat era 1970-1980 an. Ia pun kemudian pasrah. Keinginan bisa manggung lagi baginya nyaris seperti mimpi saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cholik dirawat di RSCM, Gedung A lantai 7 kamar 702 sejak 21 Juni 2010 lalu. Dokter mendiagnosa ia kena kanker hati. Perutnya membesar tapi bagian tubuhnya yang lain kurus kering.
Cholik dikenal sebagai pelawak dengan logat khas Tegal. Pentolan Pelita Grup ini mengalami masa jaya pada era 1970-1980-an. Namun setelah 1998, saat krisis moneter menimpa negeri ini, bintang Cholik mulai suram. Tidak ada lagi tawaran manggung yang datang sehingga membuat kehidupan keluarga Cholik serba kesusahan.
Dengan kondisinya yang serba berkesusahan, rumahnya hampir roboh dan mengandalkan bantuan tetangga untuk makan, Cholik pun sangat mencemaskan biaya rumah sakit yang akan membengkak untuk pengobatannya. Bila ada yang ingin memberi bantuan, bisa dikirim ke rekening Cholik yakni rekening BCA cabang Pegambiran dengan nomor 6310147263 atas nama Cholik Syahmari. (iy/eny)











































