Selain itu Luna dan Ariel juga merasa pemberitaan di media massa soal kasus video porno mirip mereka tidak berimbang. Berita di media massa selama ini terus memojokkan diri mereka.
"Klien kami kondisinya sangat tertekan karena pemberitaan yang over-expose dan tidak berimbang," jelas Boy Afrian Bondjol saat dihubungi detikhot via ponselnya, Senin (21/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita merasa klien kami adalah korban. Kami tetap menginginkan penyebar video porno tersebut harus terungkap," tambah Boy. (ebi/ebi)










































