"Kita tidak pernah melihat filmnya karena melihat saja itu sudah dosa," ujar Nazlin Fachridzal kepada wartawan, di rumah keluarga Ariel, Jalan Tanjungsari nomor 58 Kecamatan Antapani Kota Bandung, Kamis (17/6/2010).
Dikatakan Nazlin, pihak keluarga memilih untuk tidak melihat adegan ranjang tersebut. Sebab ia berpandangan, hal itu sama saja dengan melihat perzinahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pakar dan ahli IT menyatakan bahwa pemeran video porno tersebut benar-benar Ariel, Luna, dan Tari. Namun, baik Ariel, Luna Maya dan Cut Tari tetap belum mengaku. Menyikapi hal itu, Nazlin tidak mau berkomentar banyak.
"Itu tergantung dari individu Ariel atau siapapun yang ada dalam video tersebut. Tapi yang jelas, kami sangat tidak setuju dengan aksi pornografi," katanya.
Di luar beredarnya video porno, pihak keluarga mengaku tidak tahu apa-apa. Sebab, keluarga atau orangtua tidak mungkin mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan nilai agama.
"Dari pihak keluarga, sebenarnya kami juga sangat prihatin dengan adanya kejadian seperti ini. Dan kami juga sangat tidak setuju dengan perilaku orang yang ada dalam video tersebut," pungkasnya.
(tya/eny)











































