"Yang jelas moral mereka itu dinamis, wajar lah (menghilang). Mungkin ada perasan takut, karena kan ini efek pembelajarannya besar sekali," jelas Tika saat ditemui di Komplek Pejaten Elok Blok f2, Jakarta Selatan, Kamis (10/6/2010) malam.
Terlepas dari benar atau tidaknya pelaku video porno tersebut adalah Luna dan Ariel, Tika berpendapat kalau merekam kegiatan intim adalah hal yang normatif. Jika ditempatkan dalam koridor yang tepat, merekam video bukan suatu hal yang menyimpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sarjana psikologi lulusan Universitas Indonesia itu juga menyarankan agar dua sejoli tersebut mencari pendamping yang bisa berdiri netral dan memberikan telaah.
"Memang harusnya mereka ini mencari seseorang yang bisa memberi nasihat. Karena dengan pergi, ketenangan tidak dapat tercapai," tuturnya.
(ich/yla)











































