"Saya perannya di sini sangat bertolak belakang 180 derajat dengan karakter saya aslinya. Saya di sini perannya manja dan centil, padahal saya kan pemalu," ujar Asty saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (4/6/2010).
Dara 25 tahun itu mengaku sangat bangga bisa ikut dalam pementasan ludruk. Ia berharap pementasan ludruk tersebut bisa membuat anak muda mencintai budaya bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pementasa ludruk 'Sumpah Pocong', Asty harus menggunakan bahasa Jawa Timur. Ia pun tidak merasa kesulitan karena sudah biasa berbahasa Jawa.
"Saya tidak kesulitan karena bahasanya juga dekat bahasa Jawa Tengah," ujar artis kelahiran Semarang itu.
(eny/eny)











































