"Tentu saja tidak. Itu hanya stereotip dari orang yang diberikan oleh seseorang sebelum aku jadi Miss USA," katanya seperti dilansir CNN, Sabtu (22/5/2010).
Rima menegaskan kalau dia adalah Miss USA dan tidak mau dilabeli apapun hanya karena agamanya. Di Amerika, perihal keyakinan Rima itu kini memang tengah jadi sorotan. Apalagi belum lama ini, fotonya tengah mengikuti lomba menari striptis beredar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rima lahir di Libanon, 24 tahun lalu. Keluarganya pindah ke New York saat usianya 7 tahun. Ia kemudian pindah ke Michigan, tempatnya menuntut ilmu di bangku universitas.
Dara berambut panjang itu menegaskan keluarganya bukanlah bagian dari kelompok Hisbullah. Keluarganya di Libanon tidak tinggal di Selatan Libanon, tempat Hisbullah sebagian besar menetap.
"Kami tinggal di daerah pegunungan yang didominasi kaum Kristen. Keluarga ku pun memiliki agama berbeda-beda, ada Muslim dan Kristen," urainya.
Sarja Ekonomi itu merasa seharusnya agama bukanlah jadi masalah besar saat dia menang menjadi Miss USA. Ia pun tidak merasa agama menjadi identitasnya.
"Keluarga kami memang tidak religius, tapi kami beragama. Kami memang tidak pernah terlalu religius, kami merayakan Natal, tapi kami Muslim. Kami menghargai semua keyakinan," katanya lagi.
(eny/eny)











































