"Belum kelihatan kalau sekarang," ujar suami Mama Lauren, Hendrik Pasaribu saat ditemui di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Selasa (18/5/2010).
Bagi Mama Lauren, mewarisi bakat meramal sepertinya bukan sesuatu yang dianggap penting. Buktinya, sebelum meninggal, peramal berusia 78 tahun itu tidak menitipkan pesan pada keluarganya mengenai kemampuannya meramal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum meninggal, menurut Hendri, istrinya memang sudah merasakan kalau 2010 ini bukanlah tahun yang bagus untuknya. "Almarhum sempat bilang tahun ini ciongnya nggak bagus. Ciong itu antara dia punya bintang dan shio nggak cocok, jadi pasti sakit dia," urainya.
Selama menikah dengan Mama Lauren yang berusia 15 tahun lebih muda darinya itu, Hendrik menyimpan banyak kenangan. Salah satunya kenangan ketika sang istri harus berjuang usai terkena serangan stroke.
"Jadi saya harus dampingi, sampai orang bilang sudah tua masih mesra, padahal saya pegangin dia biar nggak jatuh," tandasnya. (eny/eny)











































