Pada Minggu (28/3/2010) , detikhot berkesempatan mengikuti kegiatan Qory dan Hafizah seharian di kawasan konservasi hutan di Tambling Wild Life Nature Conservation (TWNC). Qory dan Fizah pun diajak berkeliling menggunakan mobil Jeep Safari.
Mengambil tempat duduk di atas mobil Jeep, baik Qory maupun Fiza tidak terlihat takut menelusuri belantara hutan tropis bagian paling selatan pantai barat Sumatera itu. Keduanya terlihat bersemangat dan selalu mendengarkan dengan seksama arahan dari ahli konservasi pihak TWNC. Jika ada yang kurang dimengerti, merekapun tidak sungkan melontarkan pertanyaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memang sudah siap-siap menyesuaikan dengan medan sebelum datang kemari," ujar Qory diikuti anggukan kepala Hafiza kepada detikhot di Tambling Wild Life Nature Conservation (TWNC), Kecamatan Bengkunat Belimbing, Lampung Barat, Minggu (28/3/2010).
Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah tempat rehabilitasi harimau atau Rescue Center. Di tempat ini, harimau yang terjerat atau terluka dirawat sampai
sembuh baik fisiknya maupun mentalnya (supaya insting liarnya kembali) sebelum dilepas kembali di alam liar.
Qory dan Fiza bertemu dengan dua harimau bernama Salma, asal Aceh dan Ucok, harimau asal Jambi. Salma pernah terlibat konflik dengan manusia. Anak Salma
pernah diambil penduduk sehingga ia mencari jejak dan memakan 3 manusia. Ucok pun diterangai pernah berkonflik dengan manusia.
Setelah mendengar cerita tersebut, Qory dan Fiza pun sedikit grogi. Namun saking semangatnya, mereka pun lupa terhadap cerita 'seram' tersebut dan asyik mengamati tingkah laku dua harimau itu. Bahkan keduanya sempat membelai Ucok didampingi oleh petugas.
"Seru banget lihat tingkah laku Salma sama Ucok. Tapi agak merinding juga dengar harimau itu mengaum kencang banget," tambah Qory yang bercita-cita jadi diplomat
itu.
Saat berjalan melintasi hutan menuju rescue center, Qory dan Fiza menemukan jejak kaki gajah, mereka juga melihat setumpuk kotoran gajah. Dengan sangat
bersemangat Fiza mengamati kotoran gajah tersebut. Fiza pun tanpa malu dan jijik langsungΒ mendekati dan memegang kotoran gajah yang hampir kering itu. Qory pun ikut bersemangat mengamati setelah melihat rekannya.
"Aku nggak jijik-an orangnya," ucap Fiza sambil memegang kotoran gajah.
Dari Rescue Center, Qory dan Fiza melanjutkan perjalanan menelusuri Danau Seileman dengan menggunakan perahu kecil. Dari tengah danau, mereka bisa melihat rusa dan kerbau liar yang sedang makan dan berkumpul di habitatnya. Di tengah perjalanan, Qory sempat kaget melihat kumpulan ikan bandeng yang melompat-lompat melintas di depan perahu mereka.
Dari danau Seileman, dua wanita cantik itu menyempatkan untuk melihat telur penyu. Keduanya pun rela berjalan kaki melintasi hutan dan tanah berbukit untuk
mencapai lokasi yang berjarak sekitar 1 kilometer. Rasa lelah pun hilang dari wajah mereka setelah melihat telur penyu tersebut.
Saat hari mulai gelap, mereka memutuskan untuk pulang ke penginapan. Raut muka Puteri Indonesia 2009 dan Puteri Indonesia Lingkungan 2009 itu pun terlihat
lelah. "Seru banget hari ini, banyak ilmu yang saya dapat hari ini. Besok kita lanjut lagi," ucap Fiza sambil tersenyum.
Sementara Putri Pariwisata Isti Ayu Pratiwi batal datang ke TWNC. Sebelumnya Ayu mengikuti acara pariwisata di Bali sehingga tidak bisa datang bareng rombongan Qory dan Fiza.
(yla/iy)











































