"Saya panik, grogi," ujar Jennifer dalam sidang kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (18/2/2010).
Jennifer dihadiahi ekstasi di dalam martabak oleh temannya bernama Asep. Martabak ekstasi itu diberikan padanya, sehari sebelum ulang tahunnya, 9 Oktober 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jennifer mengaku tidak terpikir untuk membuang ekstasi tersebut ke dalam kloset. Ia juga tak mau lapor polisi karena emoh diinterogasi.
(eny/eny)











































