Apa yang menyebabkan Fanny bicara seperti di atas, tidak dijelaskan oleh perempuan yang sudah memberi Mark Sungkar tiga anak itu. Pastinya, sudah empat tahun Fanny mempertimbangkan untuk bercerai. Saat inilah ia sudah tidak sanggup lagi mempertahankan pernikahannya dengan Mark.Β
"Saya rasa bukan saya saja yang lelah. Pak Mark juga lelah. Daripada jadi mudharat terus nanti ujungnya dosa," tutur Fanny usai sidang cerai perdana di Pengadilan Agama Jakarta Barat, Rabu (16/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat disinggung mengenai kabar tersebut, Fanny membantah memvorsir kedua anaknya. Kata Fanny, ia juga ingin anak-anaknya kuliah.
"Tapi nggak bisa dihindari karena sudah terikat kontrak. Semua juga atas persetujuan anak-anak kok. Saya nggak pernah memaksa," urainya.
Dalam gugatan cerainya, Fanny tidak mengajukan hak pengasuhan anak dan harta gono-gini. Ketiga anaknya sudah besar sehingga mereka bebas menentukan memilih ikut siapa setelah ayah dan ibunya bercerai. Apakah anak-anak sudah memilih?
"Anak-anak sudah ada pilihannya. Tapi tidak harus diumbar takut menyakitkan yang lain," tandas Fanny.
(eny/eny)











































