"Tadi saya agak grogi dan gemetaran pas baca puisinya," jelas Tamara saat ditemui di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2009) malam.
Tamara mengakui kalau puisi-puisi Rendra memiliki bobot yang tinggi. Ia pun merasa bangga dipercaya membacakan puisi 'Sajak Sebatang Lisong' di peringatan 100 hari meninggalnya Rendra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cara latihannya beda-beda, setiap orang punya cara sendiri, saya juga punya cara sendiri. Kalau ini saya mencoba lebih berekspresi," tandasnya. (fjr/fjr)











































