"Nggak ada itu, kita bukan tipe keluarga yang suka menyogok atau menerima sogokan. Gelar itu murni dari sana," jelas Daisy saat ditemui bersama Mano di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2009).
Daisy melanjutkan kalau gelar itu diberikan ke putrinya karena perjalanan hidup Mano yang penuh penderitaan. Pihak keraton menilai perjuangan dan ketegaran Mano luar biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deasy mengatakan pihak-pihak yang menuduh dirinya menyogok Keraton Surakarta hanya karena cemburu. Daisy menganggap banyak pihak yang iri melihat popularitas putrinya.
(fjr/fjr)











































