"Saya mengembangkan terapi peluk, sejak kecil sudah mulai dilatih tiap pagi datang ke anak istri, memeluk lalu bilang I love You," jelas Farhan saat ditemui di sela-sela acara peringatan Hari Anti Narkoba di Plaza Semanggi, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2009).
Terapi tersebut dipercaya Farhan bisa menjauhkan keluarganya, terutama kedua belah hatinya dari penyalahgunaan narkoba. Karena dengan memeluk secara erat, hubungan emosional akan semakin hangat dan kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan komunikasi yang lancar pula, masalah yang sedang dihadapi kedua anaknya bisa diketahui. Dan yang terakhir, Farhan beserta istrinya, Ariyatri, juga sudah berhenti menghisap rokok. Keduanya tak ingin anak-anaknya meniru kebiasaan buruk tersebut.
"Kita harus akui bahwa 100% pecandu narkoba adalah perokok dan rokok sudah diakui sebagai bahan adiktif," pungkasnya.
(fjr/fjr)











































