Kasus pertama menimpanya di tahun 1993. Seorang bocah 11 tahun bernama Jordy Chandler mengaku dilecehkan Jacko. King of Pop itu membantahnya namun kepolisian Los Angeles menggeledah kediaman Jacko saat ia tengah tur.
Ia kemudian berdamai dengan keluarga Jordy dengan membayar ganti rugi sebesar US$20 juta. Kasus tak berlanjut di pengadilan, namun Jacko malah bersahabat dengan keluarga Jordy. Demikian dikutip detikhot dari BBC, Jumat (26/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di 2003, Jacko lagi-lagi bermasalah dengan anak kecil. Ia ditahan karena dugaan melakukan pelecehan terhadap Gavin Arvizo yang baru berusia 14 tahun. Sidang berjalan dengan alot, namun Jacko terbukti tidak bersalah. Tak lama setelah itu rumor dirinya bangkrut pun beredar, pelantun 'Thriller' itu pindah ke Dubai.
Eminem pernah menyindir kasus Jacko tersebut lewat video klipnya, 'Just Lose It'. Di satu adegan tampak Eminem yang berdandan sebagai Jacko tengah bercanda bersama anak-anak kecil di ranjang.
Bagaimanapun di mata hukum, Jacko tak pernah terbukti bersalah. Kecintaannya terhadap anak kecil ternyata dipandang berbeda oleh orang lain. Di Neverland, Jacko malah sempat membuat kerajaan bermain untuk para anak kecil. Ia juga menambahkan kebun binatang dan taman untuk membuat anak-anak tersebut nyaman berada di kediamannya. Sayang, tempat tersebut kini ditutup untuk umum.
Tahun 2009, Jacko akhirnya berani untuk kembali ke Los Angeles. Ia bahkan membuat kesepakatan untuk pentas sebanyak 50 kali di London. Semua mata menantikan kembalinya Jacko. Namun kini semua tinggal kenangan.
(yla/yla)











































