Sedangkan yang mengherankan Adhyaksa adalah karena kini langkahnya membela Cici dibawa-bawa ke ranah politik. Pria yang menjabat sebagai Menegpora itu merasa ada keanehan pada demo di kantornya itu.
"Saya kan pamannya, masa saya nggak boleh mencampuri," ujar Adhyaksa saat berbincang dengan detikhot melalui telepon Selasa (23/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekadar mengingatkan, Selasa (23/6/2009) siang kantor Adhyaksa didatangi puluhan pendemo. Mereka mengaku dari Forum Pemuda Peduli Bangsa. Mereka meminta Adhyaksa tidak ikut campur urusan rumah tangga orang lain. Tak hanya itu mereka juga menuntut Adhyaksa menghentikan pernyataan yang bersifat kesukuan yang berpotensi memecah belah persatuan.
Soal tuntutan para pendemo tersebut, Adhyaksa membantah dirinya pernah melontarkan kata-kata yang berbau kesukuan. "Saya tidak pernah membawa-bawa suku," tegasnya.
Menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun melihat ada sesuatu di belakang demo tersebut. Namun ia tidak mau berprasangka buruk pada pihak-pihak tertentu.
"Saya hanya sedih, artinya apa, kok ibu-ibu dan anak-anak dibawa-bawa segala ikut demo," tandas Adhyaksa yang mengaku siap didemo asal demo tersebut masih dalam batas-batas kewajaran.
(eny/eny)











































