''Saya terkejut melihat dia berdarah. Tapi sebelum saya tanya dia sudah bilang, saya yang melukai dia. Padahal saya tidak merasa menabrak atau menyerempet,'' ujar Suhaebi dalam jumpa pers di kediamannya di perumahan Raffles Hills, Cibubur, Selasa (16/6/2009) jelang tengah malam.
Dalam jumpa pers tersebut, Ebi sapaan akrab Suhaebi tidak terlalu banyak bertutur. Mengaku tengah serak, ia lebih banyak menyerahkan pembicaraan pada pengacaranya Zulhendri Hasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
''Nggak ada bunyi benturan, Ami pun mengakui hal itu,'' tukas Zulhendri. Ami yang disebutnya adalah perempuan yang berada satu mobil dengan Ebi.
Ebi menambahkan saat mobilnya dihadang enam orang berbadan kekar, ia benar-benar konsentrasi ke depan. ''Saya konsentrasi untuk meninggalkan tempat itu,'' tuturnya.
Jika Ebi tidak merasa menabrak, bagaimana Cici bisa terluka?
''Saya rasa sebagai seorang istri melukai dirinya seperti itu tidak mungkin ya. Tapi saya nggak tahu juga,'' jawabnya penuh teka-teki.
Sebelumnya menurut Cici, ia mengetuk-ngetuk kaca mobil Ebi. Namun meski sudah diketuk beberapa kali Ebi tidak turun dari mobil. Ia malah tancap gas hingga membuat Cici jatuh tersungkur.Ngobrolin Cici Paramida lebih lanjut? Gabung di sini. (eny/yla)











































