Dalam tabloid tersebut edisi Senin (1/6/2009) tertulis bahwa Ferry sapaan akrabnya menipu sebuah perusahaan. Ia dituduh tidak mengembalikan pinjamannya sebanyak Rp. 6 M.
"Pemberitaan yang diungkapkan dalam salah satu tabloid mingguan nasional mengenai diri saya sangat tidak benar. Dan telah merusak nama baik saya. sehingga perlu diklarifikasi. Tidak ada hubungan bisnis antara saya pribadi dengan AII (Asean Investmen Indonesia). Yang ada adalah hubungan bisnis antar perusahaan. Masalah pinjam meminjam antara kedua perusahaan, menurut kami telah selesai. Dimana piutang AII telah dibayar melalui penjualan aset jaminan," ujar Ferry menjelaskan masalah yang sebenarnya dalam jumpa pers di Capital Grille, Senopati, Jumat (5/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aduh saya belum bisa nanggepin lebih jauh karena berita miring yang ada di N**a.Β Bukan pribadinya yang saya sesalkan, tapi tabloidnya. Alhamdulillah sama sekali nggak ada masalah. Sebelumnya kak Ferry sudah bicara jujur apa adanya," ujar Nuri lewat ponselnya.
(kee/eny)











































