Tukul mengaku lelah menghadapi kemacetan di Jakarta. Menurutnya sudah memprihatinkan, maka saat ini butuh pemimpin yang bisa mengatasi kemacetan Jakarta.
"Yang saya nggak mau malihat itu kemacetan, sangat membuang enerji. Banyak yang dirugikan. Kita harus biasakan budaya tertib," katanya saat ditemui di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilihan saya, saya ingin presiden yang tegas dan punya bukti nyata. Bukan hanya teori dan argumen saja," jelasnya.
(ebi/yla)











































