Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum Dewi, Doni Endriastanto. Doni mengatakan sejak kliennya terlibat masalah hukum dengan Asep dan setelah pengakuan Andi, sudah beberapa kali Dewi diteror.
"Dewi juga banyak diteror lewat telepon genggam," jelas Doni saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (25/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kok yang diteror yang nomor pribadi, ada apa coba?", imbuh Doni.
Doni tak ingin menaruh curiga kepada pihak manapun. Ia hanya meminta kalau memang benar Dewi pernah mengancam agar dibuktikan.
Soal pembuktian, Andi yang ditemui di tempat yang sama mengaku memilikinya. Ia malah jengkel dengan penyangkalan yang dilontarkan pihak Dewi.
"Kalau nggak bener ada ancaman, kenapa sampai 7 kali SMS. Ancaman pertama kalinya pakai nomer dia (Dewi-red), selanjutnya nomer lain. SMS-SMS itu menyebutkan kalau ini dari Dewi dan Fatur, kakaknya," cetus pria yang pernah bekerja 4 bulan sebagai penata rias Dewi ini.
(fjr/fjr)











































