Dikisahkan Tari, tawaran menjadi caleg datang padanya karena kakaknya seorang simpatisan sebuah partai. Merasa sama sekali tidak mengerti soal politik, pinangan tersebut pun ditolaknya.
"Kan ini tanggungjawabnya ke masyarakat, nggak bisa main-main. Lagian udah banget banget," ujarnya saat ditemui di sela-sela jumpa pers Panasonic Awards di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Jumat (20/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku nggak bisa ninggalin anakku terlalu lama. Pokoknya kalau jadwal aku nggak padat aku dukung deh salah satu partai," tuturnya.
Ngomong-ngomong saat Pemilu mendatang, apakah Tari sudah punya pilihan? "Aku pilih partai yang nggak plin-plan." Bagaimana kalau presiden? "Gampang banget tuh disebut. Tapi memang seharusnya pemimpin itu laki-laki, tapi kalau perempuan bisa, ya kenapa nggak," jawabnya.
(eny/eny)











































