Sebuah buku bejudul 'Presiden Guyonan' ditulis budayawan Butet Kartaredjasa. Buku tersebut berisi 54 naskah beberapa media cetak yang menceritakan beberapa kejadian penting di Indonesia.
Dalam buku itu ada seorang tokoh bernama Mas Celathu yang mengungkapkan pandangannya terhadap Indonesia, lewat guyonan dan sindiran halus. Dalam buku tersebut laki-laki kelahiran Yogyakarta itu juga menyindir kehidupan artis. Almarhum Sophan Sophiaan termasuk salah satu artis yang disindir lewat buku tersebut. Butet menyindir perayaan Hari Kebangkitan Nasional, yang dirayakan dengan konvoi 'jalur Merah Putih', Motor Gede Harley Davidson. Almarhum Sophan Sophiaan adalah pimpinan konvoi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Sophaan dan moge-nya, Laki-laki berkacamata itu juga mengkritik artis senior Roy Marten yang dua kali tersangkut kasus yang sama yaitu penyalahgunaan narkoba. Butet menganggap itu adalah kebodohan Roy yang bisa tercebur dua kali di lubang yang sama.
Lalu apakah ada efek yang ia terima karena kritikan dan sindirannya terhadap pemerintah dan masalah sosial yang terjadi itu?
"Tahun lalu rumah saya dilempar thinner ke rumah saya, tapi nggak tahu apakah karena tulisan saya. Sudah beberapa kali. Saya sudah yang ke tiga. Tapi saya tidak peduli. Biarin aja," ujarnya cuek.
Β (kee/kee)











































