Rasa malu itu timbul waktu Nina duduk di bangku SMP. Begitu malunya, ia sampai ingin seperti orang bule, memiliki kulit terang.
Perasaan malu tersebut berubah ketika Nina mengikuti pertukarang pelajar ke Amerika Serikat. Ketika itu ia duduk di bangku SMA kelas 2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bangsa lain tarian atau bajunya cuma itu-itu aja, giliran Indonesia beda-beda. Akhirnya gue mulai dari situ cinta banget sama Indonesia. Lagian gue ngerasa hitam-hitam gini banyak yang ngantri lho," tuturnya seraya tertawa. (eny/kee)











































