Malaka Books Hadir demi Terus Populerkan Budaya Baca

Malaka Books Hadir demi Terus Populerkan Budaya Baca

Mauludi Rismoyo - detikHot
Senin, 02 Mar 2026 16:55 WIB
cania citta
Malaka Books Hadir demi Terus Populerkan Budaya Baca. (Foto: ist)
Jakarta -

Dua influencer Cania Citta dan Abigail Limuria membuat gebrakan. Mereka mendirikan penerbit bernama Malaka Books.

Kehadiran Malaka Books dikatakan Cania Citta berangkat dari kegelisahan minat baca di Indonesia yang sering dituding rendah. Wanita yang memiliki 376 ribu pengikut di Instagram itu lalu mengajak masyarakat untuk terus mempopulerkan budaya membaca.

Tak cuma itu, Malaka Books ada dilatarbelakangi oleh dua masalah. Pertama, daya fokus manusia secara global yang menyusut, disebut rata-rata attention span turun menjadi hanya 8,25 detik pada 2024. Kedua, adanya temuan riset oleh Dr. Gloria Mark dari UC Irvine yang menyebutkan fokus manusia pada satu aktivitas anjlok dari 2,5 menit menjadi hanya 47 detik dalam dua dekade terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini punya konsekuensi ke penurunan kapasitas untuk berpikir secara mendalam dan analitis. Berpikirnya habis di permukaan saja, dari satu topik ke topik lain, nggak sampai mendalam di suatu isu," ujar Cania dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026).

ADVERTISEMENT

Abigail Limuria melihat budaya membaca di Indonesia sedang menanjak 4,17 persen dari 2020 hingga 2024, konsisten setiap tahun. Lebih lanjut, Gen Z, menurut data survei Jakpat, menjadi juara kelompok generasi dengan minat baca tertinggi.

"Dari survei lokal, kita bisa lihat masih ada harapan, ada chance to fight back, ada keinginan membaca buku yang naik. Kebiasaan membaca dalam jangka panjang bisa melatih attention span dan membuat kita punya kemampuan untuk berpikir mendalam," tutur Abigail yang punya karya buku Makanya, Mikir!.

Malaka Books telah resmi diluncurkan sejak 15 Februari lalu. Tak cuma jadi penerbit, Malaka Books juga memperkenalkan platform perpustakaan digital malakabooks.id yang dikembangkan oleh Sabda PS, Co-founder Zenius dan tim.

Dalam platform-nya, Malaka Books menyajikan lebih dari 250 ebooks pendek (10-30 halaman) yang disusun menggunakan kurikulum Zenius untuk memupuk literasi dasar publik yang baik. Hingga saat ini, malakabooks.id telah memiliki lebih dari 30.000 pengguna.

Cania Citta mengatakan misi Malaka Books sederhana, yakni memproduksi buku-buku yang memberikan pengalaman baca yang nyaman, seru, dan menyenangkan dengan substansi yang penting dan mencerahkan. Ia juga berharap dengan budaya membaca yang terus dilakukan dapat melatih attention span yang lebih tinggi dari masyarakat Indonesia.

"Kemampuan berpikir mendalam itu adalah syarat minimal untuk bisa belajar, mengakuisisi suatu skill, dan untuk bisa punya mastery di suatu bidang. Ini adalah kebutuhan fundamental dalam sebuah masyarakat," katanya.




(mau/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads