Peraih Nobel Sastra 2015 Dituduh Lawan Pemerintah Belarusia

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 27 Agu 2020 16:34 WIB
Peraih Nobel Sastra 2015 Svetlana Alexievich
Peraih Nobel Sastra 2015 dituduh menentang pemerintah Belarusia Foto: Alexander Mahmoud/ Nobel Prize
Jakarta -

Peraih Nobel Sastra 2015 asal Belarusia, Svetlana Alexievich, diinterogasi atas tuduhan kriminal melawan pemerintah di negaranya. Ia dituduh membentuk kelompok oposisi untuk merebut kendali dari Presiden Alexander Lukashenko.

Svetlana Alexievich adalah anggota dewan koordinasi oposisi yang menjadi sasaran kasus pidana. Setelah unjuk rasa besar-besaran, Svetlana Alexievich mengatakan kepada wartawan di Minsk, Belarusia, ia menggunakan haknya sebagai saksi untuk tidak melawan dirinya sendiri.

"Mereka mencoba menakut-nakuti kami, tapi kami tidak bersalah karena apa pun," tutur Svetlana Alexievich dilansir dari berbagai sumber, Kamis (27/8/2020).

Dia melanjutkan, "Kami hanya ingin hidup di negara bebas, kami ingin bebas."

Svetlana Alexievich yang juga dikenal sebagai aktivis oposisi membentuk dewan koordinasi pekan lalu. Kabarnya, ia merundingkan peralihan kekuasaan setelah Presiden Lukashenko memenangkan masa jabatan keenaman di Pemilu pada 9 Agustus yang lalu.

Menurut para aktivis dan politisi lainnya, hasil pemilihan umum itu dicurangi. Lukashenko menolak tawaran untuk bernegoisiasi dengan dewan dan masyarakat Belarusia lainnya.

Lukashenko yang dikenal otoriter menuduh para aktivis telah melakukan protes selama dua minggu berada di bawah kendali negara Barat. Bahkan ia menuduh dewan oposisi menciptakan pemerintahan paralel.

Bahkan Svetlana Alexievich ingin dunia melihat permasalahan yang ada di negaranya. Menurutnya, pemimpin yang terpilih lagi di Belarusia hanya mau berbicara dengan Putin.

Pada Oktober 2015, Svetlana Alexievich memenangkan hadiah paling bergengsi di dunia, Nobel Sastra. Tulisan dari penulis dan jurnalis itu disebut sebagai monumen bagi keberaniaan dan penderitaan di masa sekarang.

Karya-karyanya yang paling terkenal di antaranya adalah Voices From Chernobyl, sebuah kisah lisan mengenai bencana nuklir; dan Boys In Zink, yang merupakan koleksi cerita dari para saksi langsung perang Soviet-Afghanistan.

Perwakilan Akademi Swedia Sara Danius saat pidato pengumuman Nobel Sastra mengatakan karya Alexievich mampu menciptakan genre sastra baru.

"Ia melampaui format penulisan jurnalistik dan membuat genre yang lain," pungkasnya.



Simak Video "Penyair Amerika Raih Nobel Sastra 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)