detikHot

book

Mengenal NH Dini yang Wajahnya Jadi Google Doodle Hari Ini

Sabtu, 29 Feb 2020 13:45 WIB Tia Agnes - detikHot
Galeri Foto Ulang Tahun Nh Dini ke80 Foto: Silvia Galikano/CNN
Jakarta -

Tanggal 29 Februari menjadi momen istimewa bagi pembaca setia novel-novel NH Dini. Wajah novelis 'Namaku Hiroko' itu menghiasi Google Doodle hari ini.

Siapa sih sosok NH Dini di dunia penerbitan buku?

Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau Nh Dini berpulang akhir tahun 2018 karena kecelakaan lalu lintas. Kepergian Nh Dini membawa duka yang mendalam bagi pencinta sastra Tanah Air.

Karya Nh Dini melampaui zaman, novelis 'Pangeran dari Seberang' dikenal sebagai penulis tiga zaman yang eksis berkarier sampai akhir hayatnya. Puluhan karya dan aktivitas sosialnya tak pernah menyebut perempuan kelahiran 29 Februari 1936 itu sebagai seorang feminis.

Novel perdananya 'Pada Sebuah Kapal' (1973) yang diterbitkan oleh Dunia Pustaka Jaya membicarakan tentang perempuan yang melepas nilai pernikahan.

Mengenal NH Dini yang Wajahnya Jadi Google Doodle Hari IniFoto: Google Doogle NH Dini

Tokoh Sri dianggap Prof A.Teeuw seperti yang dimuat Berita Buana pada 1973 meenyebut Sri adalah perempuan Jawa yang sederhana. Di kapal itulah, Sri menemukan kebebasan dari kungkungan, kemarahan, kekejaman, dan kekerasan suaminya.

Ia tumbuh dengan mendengarkan cerita maupun dongeng dari ibunya. Menolak peran tradisional perempuan dalam patriarki Jawa, karya-karya NH Dini fokus pada isu gender dan keyakinan, 'seorang perempuan, di mana pun ia tinggal, pantas diperlakukan secara adil dan terhormat'.

Sebelum aktif menulis, Nh Dini dipersunting diplomat Prancis di Jepang pada 1960 silam, Yves Coffin. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua anak Marie-Claire Lintang (lahir pada 1961) dan Pierre Louis Padang (lahir pada 1967).

Setelah berpisah dengan Yves Coffin dan membawa pulang hanya 10 ribu dollar AS, ia bertekad hidup menjadi seorang penulis. Mantan pramugari dan penyiar radio itu memang hidup dari karya-karyanya.

Nh Dini meninggal di usia 82 tahun karena kecelakaan lalu lintas di Tol Temalang kilometer 10, Semarang. Jenazahnya sudah dikremasi di Krematorium Yayasan Sosial Gotong Royong, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.




Simak Video "Google Doodle Kenang Sang Pelopor Cuci Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/aay)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com