Laksmi Pamuntjak Bakal Bocorkan Novel Terbaru di UWRF 2019

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 25 Okt 2019 19:47 WIB
Foto: Laksmi Pamuntjak
Jakarta - Novelis Laksmi Pamuntjak menjadi salah satu pengisi acara di ajang Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2019. Esok, penulis 'Aruna dan Lidahnya' akan mengenalkan karya terbaru.

Novel terbaru yang diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama itu berjudul 'Srikandi". Versi berbahasa Inggris judulnya adalah 'Fall Baby' yang dirilis Penguin Random House.

"Srikandi itu edisi bahasa Indonesia-nya dari 'Fall Baby'. Saat ini masih tahap penyuntingan," ujar Public Relations Gramedia Pustaka Utama, Dionisius Wisnu, kepada detikcom, Jumat (25/10/2019).

Menurut keterangan GPU, novel 'Srikandi' bukan saja kisah tentang Timur dan Barat, kebebasan dan sensor, seni rupa dan aktivisme, memori dan identitas. Tapi juga tentang pertalian manusia yang terdalam yakni hubungan antara ibu dan anak, bapak dan anak, dan persaudaraan perempuan.




Begini bocoran sinopsis novel 'Srikandi':

"Srikandi adalah kisah dua perempuan, Srikandi (Siri) dan Dara. Yang satu seorang seniman kosmopolitan, yang satunya lagi seorang aktivis politik. Siri adalah anak haram Amba dan Bhisma, tokoh utama novel pertama Laksmi Pamuntjak, Amba.

Setelah bertahun-tahun mengembara di pelbagai kota di dunia-London, New York, Madrid-Siri memutuskan hidup di Berlin untuk menghindar dari masa lalu keluarganya yang kelam. Tak disangka, sebuah berita mengejutkan memaksanya pulang ke Jakarta. Di sana ia harus menghadapi tak hanya realita keluarganya yang pedih, tapi juga jalin-kelindan kompleks antara seni rupa, agama, politik dan sejarah, terutama ketika salah satu pamerannya dihujat dan dilarang karena dianggap melanggar susila.

Dalam pergulatannya, Siri juga harus memaknai ulang hubungannya dengan ibunya, Amba; dengan mantan sahabatnya, Dara; dengan anak tirinya, Amalia; dan dengan sejarah bapak kandungnya yang kelam-bapak kandung yang tak pernah ia ketahui."



Simak Video "Siwon Tegaskan Fotonya Bareng Duta Israel Bukan Agenda Politik"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)