detikHot

book

Buku Harry Potter Pernah Dilarang Beredar di Prancis dan Rusia

Selasa, 03 Sep 2019 13:45 WIB Tia Agnes - detikHot
Foto: BBC Magazine Foto: BBC Magazine
Jakarta - Pelarangan buku Harry Potter tak hanya terjadi di Sekolah Katolik di Nashville, Tennessee saja. Namun juga pernah memicu perdebatan di Prancis hingga Rusia.

Kolumnis Daniel Nexon dilansir dari berbagai sumber menuturkan buku Harry Potter yang mendapat ancaman bukan masalah baru. Angsuran terakhir dari seri buku yang ditulis JK Rowling itu pernah mencuat pada 2007 silam.

Saat itu buku Harry Potter memicu perdebatan di Prancis, Swedia, Turki, dan Rusia. Khususnya kepada konservatif agama. "Harry Potter juga diserang oleh media massa, institusi publik, dan manifestasi lain dari budaya sekuler terhadap nilai-nilai tradisional mereka," ungkap Nexon.



Buku Harry Potter juga dinilai dapat merayu anak-anak dan remaja untuk menjauh dari agama. "Ada juga yang mengkritik bukunya mengandung muatan sihir dan banyak sumber-sumber mantra iblis," lanjut Nexon.

The American Library Association juga pernah menempatkan buku Harry Potter sebagai 'buku yang paling menantang' dari 2001-2003. Artinya itu adalah salah satu buku yang paling banyak diminta dihapus dari lingkungan perpustakaan sekolah.

Sebelumnya, buku Harry Potter baru-baru ini dilarang beredar di Sekolah Katolik, Tennessee setelah seorang pastor mengumumkan buku Harry Potter mengandung muatan mantra dan kutukan dari iblis jahat. Pastor tersebut juga meminta para wali murid agar anak-anaknya tidak membaca buku tersebut di rumah mereka.





Simak Video "3 Lokasi Wisata di London yang Harry Potter Banget!"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com