detikHot

book

Komite Buku Nasional Kecam Aksi Razia Buku-buku Marxisme

Selasa, 06 Agu 2019 12:50 WIB Tia Agnes - detikHot
Foto: Komite Buku Nasional/ Istimewa Foto: Komite Buku Nasional/ Istimewa
Jakarta - Komite Buku Nasional mengecam keras razia buku Marxisme di sejumlah kota di Indonesia. Lembaga yang berdiri pada 2016 dan terdiri dari pelaku industri perbukuan mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan kasus tersebut.

"Kami sangat berharap segenap lapisan masyarakat mematuhi hukum yang berlaku dan menghargai buku sebagai produk intelektual," ujar Ketua Komite Buku Nasional, Laura Bangun Prinsloo dalam keterangan pers, Selasa (6/8/2019).

Menurut Komite Buku Nasional, ketidaksetujuan atas isi sejumlah buku seharusnya disampaikan dalam dialog lewat logika hukum yang berlaku. Bukan disampaikan lewat tindakan yang sewenang-wenang.

"Penyitaan buku yang dilakukan secara sewenang-wenang ini juga dinilai oleh KBN sebagai tindakan yang melanggar hak penerbit yang diakui dan ditetapkan secara internasional oleh International Publishers Association," lanjut Laura.



Indonesia merupakan anggota dari International Publishers Association. "Sebagai anggota International Publishers Association, para penerbit di Indonesia dijamin dan dibela haknya untuk mempublikasikan dan mendistribusikan karya-karya intelektual dan buah dari pemikirannya," ungkapnya.

Peristiwa penyitaan dan razia buku sebelumnya terjadi di Toko Buku Gramedia, Makassar, Sulawesi Selatan pada 3 Agustus. Saat itu sekelompok orang mengatasnamakan Brigade Muslim Indonesia menyita buku-buku Marxisme.

Penyitaan juga dilakukan aparat polisi di Probolinggo kepada pegiat literasi di komunitas Vespa Literasi pada 27 Juli. Buku yang dirazia adalah 'Aidit Dua Wajah Dipa Nusantara' (Penerbit KPG), 'Sukarno, Marxisme, dan Leninisme: Akar Pemikirian Kiri dan Revolusi Indonesia' (Komunitas Bambu), dan 'Menempuh Jalan Rakyat, D.N Aidit' (Yayasan Pembaharuan Jakarta), dan 'Sebuah Biografi Ringkas D.N Aidit' oleh TB 4 Saudara.

Razia juga terjadi di toko buku di Padang Sumatera Barat dengan menyita enam eksemplar dari tiga buku yang disinyalir mengandung paham komunisme. Dua pekan sebelumnya, tepatnya 26 Desember 2018, razia dilakukan Kodim 0809 Kediri yang menyita ratusan buku yang diduga berisi ajaran komunis.




Simak Video "Kontroversi Razia Buku Kiri"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/nu2)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com