detikHot

book

Kekuatan Mitos hingga Imajinasi di Balik Novel 'Mata dan Manusia Laut'

Senin, 20 Mei 2019 13:31 WIB Tia Agnes - detikHot
Kekuatan Mitos hingga Imajinasi di Balik Novel Mata dan Manusia Laut Foto: Tia Agnes/ detikHOT Kekuatan Mitos hingga Imajinasi di Balik Novel 'Mata dan Manusia Laut Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Dalam menggarap sebuah novel, setiap penulis pastinya melakukan riset ke lokasi yang diinginkan sekaligus mewawancarai warga setempat. Sama halnya dengan novelis Okky Madasari.

Untuk kebutuhan novel anak ketiganya 'Mata dan Manusia Laut', ia menyambangi suku Bajo di Sulawesi. Selama 2 minggu, ia tinggal, mewawancarai sekaligus mempelajari segala mitos yang ada dalam Suku Bajo.

"Bagaimana pun sebuah karya fiksi, saya harus riset ke daerah-daerah. Saya mengambil banyak mitologi dan fakta yang ada di masyarakat," tutur Okky saat peluncuran novelnya di Galeri Indonesia Kaya, Senin (20/5/2019).



Di novel anak pertamanya 'Mata di Tanah Melus' ia menemukan ada banyak sapi yang berkeliaran dan membuat takut putrinya, Raya. Di novel kedua 'Mata dan Rahasia Pulau Gapi', Okky mengambil sejarah dan mitos mengenai dua ekor buaya yang menjaga tanah Ternate.

"Di novel ketiga, pembaca akan bertemu dengan Bambulo dan fakta manusia laut bisa menyelam di dalam lautan selama lebih dari 10 menit tanpa bantuan alat apapun," tutur Okky.

Mitos mengenai ketika bulan purnama tidak boleh melaut pun dimasukkan Okky. "Betapa Indonesia ini menyiapkan inspirasi luar biasa bagi karya sastra," kata novelis 'Maryam'.

Dia pun menambahkan kawasan Masalembo yang dipercaya sebagai segitiga bermuda Indonesia. Di Masalembo, perahu yang berlayar dan melaut dipercaya akan tenggelam. Di situlah, karakter Matara dan Bambulo tenggelam dan bertemu dengan makhluk-makhluk laut ciptaan Okky.



Di satu sisi orang-orang Bajo, menurut Okky, tidak mengedepankan pendidikan maupun kesehatan. Mereka pun tergerus oleh aktivitas menonton sinetron sampai menamai anak-anak mereka seperti nama artis maupun tokoh dalam layar televisi.

"Suku Bajo adalah contoh nyata antara modernitas dan tradisional itu bertemu," tukasnya.



(tia/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed