"Perempuan Bersampur Merah @andaruintan #ComingSoon, Januari 2019. Romansa berlatar belakang tragedi pembantaian dukun santet di Banyuwangi. Rp70rb. Sampul superkece by @sukutangan," kicau salah satu editor GPU @dprihas seperti dikutip detikHOT, Senin (17/12/2018).
Novel berlatar belakang tragedi pembantaian dukun santet di Banyuwangi itu mendapatkan apresiasi dari Sujiwo Teju. Budayawan itu menuliskan testimoni mengenai novel tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai dokter sekaligus penulis, stetoskop Intan Andaru berfunsi ganda. Ia pergunakan itu untuk menganalisis sakit ragawi dan non ragawi manusia. Karya-karyanya merupakan perpaduan dari pembacaan jarak jauhnya tentang manusia dan pertemuannyya dengan ragam manusia yang dilengkapi keluh-kesah dari hati ke hati," tulis Sujiwo Tejo.
"Dalam karya ini, ia melengkapinya juga dengan pengalaman serta trauma latar kota kelahirannya - Banyuwangi. Tak heran bila karya ini menarik," lanjut Sujiwo Tejo.
Intan Andaru dikenal sebagai penulis muda yang sudah merilis empat novel. Di antaranya adalah '33 Senja di Halmahera' (GPU, 2017), 'Teman Hidup' (Diva Press, 2017), 'Namamu dalam Doaku' (DivaPress, 2015), dan 'LDR' (Grasindo, 2015).











































