Komik Tanpa Dialog 'Gugug!' Segera Menyapa Australia

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 07 Nov 2018 09:56 WIB
Foto: (Agnes/detikHOT)
Jakarta -

Sukses diluncurkan di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2018 dan di Jakarta, komik 'Gugug!' bakal diperkenalkan ke luar negeri. Komik tanpa dialog ciptaan komikus dan ilustrator Mohammad Taufiq atau Emte diboyongnya ke Australia pada Januari 2019 mendatang.

"Januari 2019 saya keluar negeri buat bawa 'Gugug!'. Waktu di UWRF kemarin, kenalan dengan pengajar bahasa Indonesia di Melbourne, dia nanya bisa nggak bikin workshop di sana," ujar Emte menceritakannya saat peluncuran komik 'Gugug!' di Ganara Art Gallery, Kemang, Jakarta Selatan.

Menurut professor tersebut, komik 'Gugug!' sangat 'Indonesia' banget dan mampu mengenalkan budaya Indonesia lewat komik.


"Rencananya sih ke dua kota, Melbourne dan Sydney. Mau bikin mini launching komiknya juga di sana," tambahnya lagi.

17 tahun berkiprah sebagai ilustrator, Emte melakoni pekerjaannya sejak 2002 silam. Ia kerap mengerjakan project kolaborasi dengan seniman lainnya maupun mengerjakan ilustrasi untuk majalah gaya hidup.

Ketika menciptakan karya, Emte bakal keluar dari zona nyaman dan tak selalu mengeluarkan ilustrasi yang fashionable dan feminin. Dalam pengerjaan komik 'Gugug!', imemiliki metode tersendiri.

Yakni di awal riset mencari referensi dari ilustrator-ilustrator lainnya. Namun, ketika mulai berkarya sendiri, ia menyarankan agar tidak terpengaruh orang lain.


"Yang paling gampang, saat bikin karya jangan browsing-browsing. Benar-benar cuma ada kamu dan kertas, biar bisa jujur, mengeluarkan karya original, dan ketahuan apa yang digambar. Sebisa mungkin jangan terpengaruh," kata Emte.

Sejak 2009, ia sudah mengeluarkan karakter anjing tersebut lewat selebaran fotokopian yang disebarkan ke kawasan kampusnya. Lama dibiarkan begitu saja, lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) IKJ ini mulai melakoninya dengan serius ketika Popcon Asia 2015 silam.

"Yang bikin rada lama bikinnya adalah mencari gambar yang enak. Karena bertahun-tahun kan bekerja bareng klien dan project. Akhirnya cari cara mana sih yang bisa dilakukan dan ngebikinnya enjoy," pungkasnya.

(tia/doc)