Ubud Writers and Readers Festival 2018 Gelar Event Satelit di 5 Kota

Tia Agnes - detikHot
Senin, 29 Okt 2018 14:00 WIB
Ubud Writers and Readers Festival 2018 Gelar Event Satelit di 5 Kota Foto: UWRF 2018
Jakarta - Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) sukses terselenggara selama lima hari, mulai 24-28 Oktober 2018. Lebih dari 180 pembicara dengan 200 program meramaikan festival pembaca dan penulis bergengsi di Indonesia tersebut.

Tahun ini, UWRF menghadirkan program satellite events di 5 kota di Indonesia. Yakni, Bandung, Surabaya, Palangkaraya, Ambon, dan Ternate. Dalam berbagai kesempatan di forum UWRF, pendiri sekaligus direktur UWRF, Janet DeNeefe kerap mempromosikan program baru tersebut.

"Untuk pertama kalinya sattelite events ini diselenggarakan. Kami persembahkan untuk para pecinta sastra dan seni di luar Ubud," ujar Janet DeNeefe saat di UWRF.



Di acara pertama pada Sabtu (27/10), sesi The Other Side of The World yang didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat akan diselenggarakan di SMA N 3 Denpasar. Jurnalis asal AS, Barbara Demick bakal mengobrolkan soal jurnalisme berkualitas bagi generasi muda.

Pada Senin (29/10), Christine Bader dalam sesi Effective English bakal hadir di IAIN Palangkarya, Kalimantan Tengah. Ia pun bakal hadir dalam sesi Writing for Impact yang membagikan wawasan tentang sebuah tulisan dapat mencapai tujuan yang lebih besar bagi masyarakat sosial.

Selanjutnya di Surabaya, penulis asal Singapura kelahiran Indonesia Clarissa Goenawan bakal hadir membagikan kisah inspiratifnya sebagai penulis sampai menang penghargaan. Tak hanya sesi 'Clarissa & Her Rainbirds', Clarissa juga bakal mengisi sesi Writing for Imagination yang mengungkap proses penulisan yang efektif.

Di Bandung, event satelit UWRF menyambangi Institut Teknologi Bandung yang menghadirkan Ghayath Almadhoun. Pada Kamis (1/11), didukung Kedubes AS, sesi Write Your Own History digelar di American Corner Universitas Pattimura, Ambon, Maluku.

Bersama dengan penulis, pegiat, dan desainer grafis anak-anak Innosanto Nagara, para peserta sesi acara ini akan belajar cara menulis sejarah melalui sudut pandang generasi muda. Innosanto pun akan hadir dalam sesi Writing for An International Audience.

Di kota terakhir Ternate, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, UWRF pun bakal melibatkan komunitas lokal dan mahasiswa yang di sana.

"Melalui Satellite Events, kami ingin berbagi keberagaman sastra dan budaya Indonesia. Kami ingin keberagaman sastra bisa dikenal merata di seluruh pulau di Indonesia", ujar Gustra Adnyana selaku Community Program Coordinator UWRF.
(tia/dar)