detikHot

book

Rahasia di Balik Karya Tere Liye

Minggu, 08 Apr 2018 08:40 WIB Tia Agnes - detikHot
Foto: (Agnes/detikhot)
Jakarta -

Tere Liye dikenal sebagai penulis populer kenamaan. Selama 12 tahun berkarier sebagai penulis, Tere Liye sudah menerbitkan 30 buku dengan beragam genre.

Apa saja rahasia di balik karya Tere Liye? Di ajang Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF) 2018, dalam sesi sharing dan diskusi bersama pembaca, Tere Liye membocorkannya.

"Ada tiga rahasia sukses dari 30 buku saya. Pertama, kalau mau jadi penulis berhentilah jadi orang cengeng. Yang utama haruslah jadi penulis yang tahan banting. Saya kesal sekali kalau ditanya bagaimana caranya jadi seorang penulis," tutur Tere Liye di sela-sela forum di Gedung Perpustakaan Nasional Indonesia, Sabtu (7/4/2018).

Pria kelahiran 1979 itu kembali mencontohkan ketika novelnya yang berjudul 'Rembulan Tenggelam di Wajahmu' ditolak penerbit, Tere Liye tak lantas sakit hati. Setelah banyak bukunya terbit di penerbit lain, dua tahun berikutnya penerbit terbesar di Indonesia itu kembali menanyakan mengenai novel tersebut.


"Apa lantas saya menjadi cengeng? Tidak. Kalau ditolak ya bagus, jadi membumi dek," kata Tere Liye yang kerap menyebut para pembacanya dengan sebutan 'dek' di forum tersebut.

Rahasia yang kedua yakni produktif. Penulis novel 'Rindu' itu juga mengakui demi menjadi penulis yang dikenal publik, dia bertekad setiap tahunnya untuk menerbitkan minimal empat buku.

"Gimana mau jadi penulis terkenal, jawabannya cuma satu ya harus produktif. Hari ini dek jangan update status kegalauan di Twitter. Tulislah kegalauan kalian dek. Berhentilah berkicau kegalauan di media sosial," tutur Tere Liye berapi-api yang disambut tawa penonton.

Rahasia ketiga adalah jangan pernah berhenti belajar. Menurutnya, seseorang tidak akan pernah berhenti belajar kalau selalu berbuat benar.


"Kalau dulu di awal 2005 saya nggak bikin novel yang salah judul sampai nggak laku. Kalau saya tidak dibully sampai 7 kali, ditolak penerbit, tulisan saya dicatut, atau dibilang plagiat, saya tidak akan pernah belajar," terangnya.

"Ingat, jangan pernah sakit hati dengan kritik, review, kicauan di media sosial. Penulis itu tugasnya adalah menulis. Fokuslah dengan dunia kepenulisan," pungkasnya memberikan saran pada hadirin.

Simak artikel berikutnya soal Tere Liye di GWRF 2018!


(tia/doc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com