Kelima film tersebut adalah 'Laskar Pelangi', 'Sang Penari', 'Filosofi Kopi', 'Dilan 1990', dan film pendek 'Laut Bercerita'. Menurut Ketua Harian Pelaksana Indonesia Market Focus di London Book Fair, Laura Prinsloo, syarat film-film tersebut diputar harus berasal dari buku.
"Kami memilih film-film yang memang diadaptasi dari buku dan novel. Mesti dari buku dan filmnya sudah siap tersedia subtitle bahasa Inggris," tutur Laura usai jumpa pers di Le Meridien Jakarta, kawasan Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).
![]() |
Hadirnya film-film Tanah Air di booth Indonesia diharapkan akan menjadi daya tarik dan minat pengunjung. Cara ini pula, lanjut Laura, akan diterapkan saat Indonesia menjadi market focus pada 2019 mendatang.
"Tahun depan kami juga menyiapkan kemungkinan-kemungkinan untuk kerjasama dengan bioskop di London untuk screening di sana. Harapan kita film Indonesia juga ada di London Book and Screen Week," kata Laura.
Selain 5 film yang bakal diputar di LBF 2018, Indonesia juga menyiapkan 300 judul buku yang bakal diboyong pada 10-12 April mendatang. Ke-300 judul buku tersebut sebagian besar berasal dari genre fiksi dan non fiksi. (tia/nu2)