DetikHot

book

Dikecam Trump, Buku Kontroversial 'Fire and Fury' Cetak Lagi 1 Juta Eksemplar

Rabu, 10 Jan 2018 13:45 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Dikecam Trump, Buku Kontroversial Fire and Fury Cetak Lagi 1 Juta Eksemplar Dikecam Trump, Buku Kontroversial 'Fire and Fury' Cetak Lagi 1 Juta Eksemplar Foto: Istimewa
Jakarta - Pemberitaan mengenai buku kontroversial yang memuat cerita Donald Trump dan Gedung Putih tampaknya belum berakhir. Buku yang awalnya direncanakan bakal rilis pada Selasa (9/1) lalu dimajukan menjadi Jumat (5/1). Baru lima hari terbit, kini bukunya mengalami lonjakan penjualan di Amerika dan Inggris.

Diterbitkan oleh Penerbit Henry Holt and Company, buku yang ditulis oleh Michael Wolff cetakan pertamanya hanya 150 ribu eksemplar. Dilansir dari Guardian, bukunya mengalami peningkatan akhir pekan lalu.

"Pada hari Jumat, kami bisa menjual 540 eksemplar dan terjual habis saat malam hari. Selama akhir pekan, kami menerima pesanan lebih dari ratusan lagi dan berharap bisa memenuhi pesanan hari ini dan besok dari tambahan cetakan," ujar Bradley Graham, co-owner Politics and Prose, sebuah toko buku di Washington.



"Yang berbeda dari buku ini, kami kaget dengan betapa tak terduganya lonjakan permintaan dari pembaca. Bahkan penerbit juga terkejut."

Menurut New York Times, Henry Holt kini menerima pesanan lebih dari satu juta eksemplar. Ratusan ribu versi digital atau e-Book telah terjual dan penjualan buku audio segera memasuki 10 besar.

Situs Amazon di Amerika dan Inggris pun kehabisan stok hardback dan menawarkan sistem pre order sampai tujuh hari ke depan. Sebelum terbit, buku tersebut mendapatkan kecaman dari pihak Donald Trump dan Gedung Putih.

Buku tentang Gedung Putih dan Donald Trump itu jadi kontroversi karena isinya yang dianggap palsu atau hoax. Salah satu isi buku adalah istri Trump, Melania, menangis sedih saat malam hari usai pemungutan suara, Trump marah karena seleb terkenal mencerca pelantikannya, Trump juga menganggap Gedung Putih menyulitkan, serta putri Trump, Ivanka, punya rencana untuk menjadi 'presiden perempuan pertama'.


(tia/tia)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed