Ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Chike Tania sama sekali tidak tahu namanya berhasil lolos kurasi.
"Saya tahu itu pas Kelompok Pecinta Bacaan Anak upload ilustrasi saya di Facebook mereka. Saya memang mengirimkan karya ke Biennial of Illustrations Bratislava. Oh, ternyata berhasil masuk ya, saya juga baru tahu," tutur Chike Tania kepada detikHOT belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lulusan Universitas Kristen Maranatha Bandung itu mengatakan awalnya dia tahu mengenai kompetisi di BIB 2017 dari Kelompok Ilustrator Buku Anak Indonesia atau KELIR. Pendiri KELIR Evelyn Ghozali mengupload informasi mengenai kompetisi tersebut.
"Saya coba-coba kirim ilustrasi lewat Kak Evelyn di KELIR. Ternyata malah masuk," lanjutnya lagi.
Karya yang dikirimkannya ke Bratislava merupakan ilustrasi yang diterbitkan secara indie. Buku keempatnya berjudul 'Hata Suka Durian' yang naskahnya digarap oleh Andini Kusumawardhani baru saja rilis di PIBo (toko buku online anak-anak pertama di Indonesia).
Selain Chike Tania, ke-9 ilustrator lainnya yang bersinar di Bratislava yakni Ella Elviana, Euginia Gina, Evelyn Ghozali, Ratna Kusuma Halim, Sigit Paripurno, Aaron Randy, Evi Shelvia, dan Maria Christania Winardi. Satu ilustrator lainnya Amanda Ariawan engikuti BIB-UNESCO Albin Brunovsky Workshop 2017 yang bertema folk tales. Ilustrasi yang dibuat oleh Amanda mengambil cerita rakyat dari Bali yaitu 'Kebo Iwa'.











































