Ketua tim dewan juri, Tessa Ross, memuji novel karangan Naomi Alderman. Gagasannya dianggap besar dan penuh imajinasi fantastis.
"Gerakan perempuan lebih penting dari utilitas yang lain yang mungkin masuk ke rumah saya," ujar Alderman, saat menerima hadiah dikutip dari BBC, Kamis (8/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: ASEAN Literary Festival 2017 Diikuti Puluhan Penulis ASEAN dan Dunia
"Kekuatan wanita bagi saya sama pentingnya seperti listrik," kata dia lagi.
'The Power' merupakan novel keempat Naomi Alderman yang rilis bulan Oktober lalu. Karya-karyanya selalu membahas tema-tema kekuasaan, kekerasan, dan gender. Lewat situs resminya, 'The Power' digambarkan sebagai novel yang penuh gagasan.
"Apa yang akan terjadi jika wanita memiliki kekuatan untuk menyebabkan rasa sakit dan kehancuran? Apakah kita benar-benar percaya bahwa wanita secara alami hidup damai? Seberapa besar masalah gender dalam hidup yang penuh kekerasan," tutur Naomi Alderman.
Sebelumnya, novel debut Naomi Alderman 'Disobedience' memenangkan Orange Award 2006 sebagai penulis pendatang baru. Naomi Alderman menerima hadiah Β£ 30.000 di upacara Royal Festival Hall London pada Rabu (7/6) lalu.
Baca Juga: Sukses di Eropa, 'Stars of West End' akan Tampil Perdana di Ibu Kota
(tia/doc)











































