Direktur Program ASEAN Literary Festival Okky Madasari mengatakan selama tiga tahun berturut-turut, ASEAN Literary Festival selalu menggunakan lokasi Taman Ismail Marzuki (TIM).
"Kali ini, kami memindahkannya ke Kota Tua dengan harapan dapat memanfaatkan situs-situs bersejarah di utara kota Jakarta tersebut," kata Okky Madasari, dalam keterangan yang diterima, Kamis (8/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya penulis dari 10 negara ASEAN, tapi ASEAN Literary Festival juga diikuti oleh puluhan penulis dunia lain dari 20 negara di lima benua. Festival sastra LF akan mengusung tema 'Beyond Imagination' serta nantinya memanfaatkan seluruh gedung di kompleks Kota Tua, seperti Gedung Pos, Cipta Niaga, Museum Keramik hingga Museum Wayang.
"Beberapa tahun belakangan, Kawasan Kota Tua memang telah direnovasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain menjadi kawasan sejarah, tempat ini juga menjadi kawasan wisata. Masyarakat di dalam dan luar Jakarta cukup menjadikan tempat ini sebagai tujuan wisata favorit dan kondisi ini akan menguntungkan penyelenggaraan ASEAN Literary Festival," pungkas Okky Madasari.
Baca Juga: Ananda Sukarlan Bawakan Puisi Sitor Situmorang di ASEAN Literary Festival
(tia/doc)










































