Laporan dari Italia

Ketika Negara Lain Berminat pada Literasi Indonesia

Andi Abdullah Sururi - detikHot
Selasa, 04 Apr 2017 10:19 WIB
Foto: Andi Sururi
Bologna -



Pada hari pertama Bologna Children's Book Fair 2017, stand Indonesia mendapat perhatian dari sejumlah pengunjung yang berminat pada literasi anak bangsa.

Diterangkan ketua Komite Buku Nasional (KBN), Laura Prinsloo, ada sedikitnya 30 pengunjung yang mulai melakukan penjajakan dengan Indonesia di hari pertama pameran buku anak terbesar di dunia itu Senin (3/4) kemarin.

"Ada dari Amerika Serikat, mereka tertarik pada folklor (cerita rakyat) Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir ini agency Amerika memang rajin mencari folklor-folklor dari Asia. Sejauh ini salah satu yang paling terkenal yang pernah mereka angkat adalah Mulan (China)," tutur Laura.

Peminat lain yang unik adalah Taiwan. Mereka mengaku sudah lama mencari buku-buku Indonesia karena di museum nasional mereka terdapat satu section tentang Indonesia.

"Museum di Taiwan menampilkan aneka kain buatan Indonesia. Makanya mereka senang sekali waktu lihat buku anak Indonesia dengan ilustrasi pakai kain batik, songket, dan tenun. Mereka bilang ingin menerjemahkan dan memamerkannya juga di Taiwan, karena pengunjung museum tetap kebanyakan anak-anak sekolah, dan menginformasikan tentang Indonesia bisa lebih menarik jika lewat media buku anak."

Laura kemudian memperkenalkan aplikasi LIBRI buatan KBN, yang memuat katalog literasi Indonesia. Sebab menurut mereka, toko-toko buku online di luar negeri tidak menyediakan banyak buku karya penulis-penulis Indonesia.

Ketika Negara Lain Berminat pada Literasi IndonesiaFoto: Andi Sururi

Paviliun Indonesia juga didatangi perwakilan dari penerbit besar asal Jepang, Gaken. Mereka menjajaki apakah Indonesia memiliki cerita, buku dan karakter anak yang menarik untuk di-branding dan dipasarkan di negara mereka, sebagaimana mereka baru saja menjalin deal dengan produk Malaysia, 'Ana Muslim', yang bukunya pun sudah beredar di Indonesia.

"Mereka bertanya, kenapa belum ada cerita anak Indonesia yang go-international, sedangkan Malaysia saja sudah melahirkan beberapa karyanya seperti 'Upin Ipin', 'Boboiboy', dan terakhir 'Ana Muslim'. Mereka berharap ada sesuatu yang bisa dikerjasamakan karena Jepang memiliki hubungan sejarah yang panjang dengan Indonesia," kata Laura.

"Saya jadi gregetan sendiri, kenapa Jepang lebih dulu mengambil 'Ana Muslim' dari Malaysia. Padahal buku-buku anak-anak muslim Indonesia itu bagus-bagus. Ini mestinya jadi tantangan buat para publisher kita, bagaimana mem-branding karya-karyanya lebih lebih masif."

Di hari pertama pameran booth Indonesia juga kedatangan Kuasa Usaha Ad Interim RI di Roma, Des Alwi. Hari Selasa (4/4) ini rencananya perwakilan dari KBRI di Italia akan mengisi sesi story telling buat pengunjung. Bologna Children's Book Fair 2017 berlangsung 3-6 April.

Ketika Negara Lain Berminat pada Literasi IndonesiaFoto: Andi Sururi
(a2s/doc)