Indonesia kembali mengusung tema '17.000 Islands of Imagination' di ajang Beijing International Book Fair (BIBF) 2016 yang resmi dibuka untuk publik Rabu (24/8) lalu. Tema tersebut diangkat sama seperti Frankfurt Book Fair (FBF) ketika Indonesia menjadi guest of honour atau tamu kehormatan tahun lalu.
Logo dan branding yang diangkat bergaya monokromatik yang bermakna 17 ribu pulau imajinasi yang berarti simbol kemajemukan. Pixel dalam logo menjadi alat untuk menciptakan berbagai macam bentuk imaji yang akan menimbulkan perspektif di berbagai sisi. Monokromatik akan membebaskan imajinasi warna.
Di sekeliling stand Indonesia dipenuhi oleh gaya monokromatik. Titik merah berada di dinding stand yang berlatar putih. Warna merah pun menjadi latar yang menyala di antara stand-stand lainnya di bagian F gedung E2.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada sekitar 350 judul buku yang diboyong dari Indonesia ke Beijing. Di antaranya adalah novel 'Lelaki Harimau' Eka Kurniawan, 'Pulang' Leila S.Chudori, Laksmi Pamuntjak, komik Tita Larasati, komik Garudayana Is Yuniarto, dan lain-lagi. Di gedung sebelah, tepatnya di stand kolektif ASEAN, Indonesia juga memajang buku-buku bergenre anak-anak yang nuansa stand-nya lebih kalem.
Memasuki hari kedua pameran, stand Indonesia sudah dibuka sesuai jadwal BIBF 2016 pukul 09.00 waktu setempat. Eksibisi bakal ditutup sore harinya pukul 18.00 waktu setempat.
Ada lebih dari 2400 penerbit dalam negeri dan mancanegara yang memeriahkan BIBF 2016. Serta puluhan acara sepanjang penyelenggaraan lima hari lamanya. (tia/doc)












































