Koleksi industri penerbitan tersebut dicuri Nazi pada 1930-an. Kini, telah dikembalikan ke cabang kelompok Freemasons di Postdam, ibu kota Bundesland Brandenburg atau 24 kilometer sebelah barat daya pusat kota Berlin, ibukota Jerman.
Baca Juga: Ilustrator Korea Puung Rilis Buku 'Love Is' di Indonesia
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perpustakaan di Postdam sempat ditutup Nazi namun dibuka kembali setelah tahun 1991. Presiden yayasan perpustakaan Berlin, Hermann Parzinger mengatakan pihaknya ingin meneliti karya yang dicuri Nazi pada masanya.
"Ada banyak barang curian Nazi yang sampai sekarang sedang diteliti dan segera dikembalikan kepada pemilik aslinya," pungkasnya.
(tia/ron)











































