Acha Septriasa Belajar Bahasa Jerman untuk Film '99 Cahaya di Langit Eropa'

Acha Septriasa Belajar Bahasa Jerman untuk Film '99 Cahaya di Langit Eropa'

- detikHot
Selasa, 01 Okt 2013 17:46 WIB
Acha dalam sebuah adegan bersama Dian Pelangi dan Hanum Rais di Wina (Adhie Ichsan/detikHOT)
Jakarta - Acha Septriasa menjadi salah satu pemeran utama dalam film '99 Cahaya di Langit Eropa'. Untuk memerankan karakter Hanum di film itu, Acha pun harus belajar bahasa Jerman.

Karakter Hanum diceritakan hidup di Wina, Austria selama tiga tahun untuk ikut sang suami, Rangga yang tengah menimba ilmu. Agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya, ia pun mulai belajar bahasa Jerman.

Dari kelas bahasa yang diikuti, Hanum berkenalan dengan Fatma (Raline Shah), wanita muslim Turki yang kemudian menginspirasinya. Untuk menjaga sisi autentik cerita buku yang diadaptasi ke film, Acha juga diharuskan berdialog dengan bahasa Jerman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kurang lebih ada lima halaman dari skrip, tiga atau empat scene yang full bahasa Jerman," ucapnya ketika berbincang dengan detikHOT di sela-sela syuting di bukit Kahlenberg, Wina, Austria.

Dari naskah yang diterima, Aca mencoba belajar sendiri bahasa tersebut dibantu oleh beberapa kerabatnya yang fasih. Ia juga menemui orang Indonesia yang sudah lama tinggal di Wina, untuk mendalami pelafalan dialog dengan cara yang benar.

"Pas sampai sini (Wina) banyak perubahan-perubahan yang aku observasi sendiri pada orang di sini untuk dapat intonasi yang bagus. Pengucapan, pelafalan, intonasi bertanya, dan mengajak," jelasnya antusias.

Meskipun dalam cerita aslinya menggunakan banyak dialog Jerman, film produksi Maxima Pictures ini menyesuaikan dialog dengan bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami penonton. Tetapi, untuk adegan-adegan yang memang diperlukan berdialog dengan bahasa asing tetap dipertahankan.

'99 Cahaya di Langit Eropa' mengangkat tentang perjuangan para pelajar di negeri orang dalam mempertahankan keyakinan, cinta, dan prinsip di tengah sekulerisme Eropa, yang dibalut dengan persahabatan, konflik, dan pengungkapan misteri peradaban Islam

Film arahan sutradara Guntur Soeharjanto ini diadaptasi dari novel true story best seller '99 Cahaya di Langit Eropa' karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Film akan mengangkat wajah Islam modern yang tak hanya bisa dinikmati oleh penonton muslim saja, tetapi seluruh masyarakat.

Proses syuting dimulai sejak 9 September lalu di Wina, dan dilanjutkan dengan pengambilan gambar di Paris, Cordoba, dan Istanbul. Bagi Anda yang penasaran dengan filmnya, saksikan di bioskop pada 5 Desember mendatang.

(ich/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads