Pengin ngerasain sensasi beda di taman hiburan? Trans Studio Cibubur punya pengalaman baru buat para pencinta horor. Lewat 'Bermalam di Trans Studio', pengunjung diajak menjelajah area theme park setelah jam operasional berakhir.
Acara ini merupakan kolaborasi Trans Studio Cibubur dan Eclipse Studios. Bukan sekadar masuk rumah hantu, pengunjung bakal diajak mengikuti pertunjukan teater horor imersif dengan cerita yang berkembang sepanjang perjalanan.
Head of Marketing Communication Trans Entertainment, Triya Filia Santi, mengatakan konsep ini dibuat untuk menghadirkan pengalaman baru menikmati theme park pada malam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi 'Bermalam di Trans Studio' itu kita mau bawa sebuah experience baru di mana pengunjung bisa menikmati theme park ketika malam hari," kata Triya saat Gala Show di Trans Studio Cibubur, Rabu (16/9/2026).
"Yang tentunya bukan cuma tentang theme park yang nggak ada apa-apa, yang berhenti setelah theme park tutup, tapi ada keseruan lain yang kemudian kita kembangkan, kita kolaborasikan bersama Eclipse Studios," sambungnya.
Sementara itu, Artistic Director Eclipse Studios, Jovani, menyebut 'Bermalam di Trans Studio' bukan konsep haunted house biasa. Pertunjukan ini mengandalkan immersive theater, sehingga pengunjung ikut masuk ke dalam cerita.
"Ini pertama kali yang bukan escape room ya, pertama kali di Indonesia yang did something immersive theater-wise. So it's a haunted immersive theater dan it's very different from the typical haunted houses dan things like that, karena ada cerita di belakangnya," ujar Jovani.
Untuk menciptakan cerita dan pengalaman 'Bermalam di Trans Studio', Jovani mengaku membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mengenali area dan membangun konsep cerita. Sementara proses latihan hingga persiapan pertunjukan memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan.
"Story ini it took me around kayak sebulan, at least getting to know the space, dan kayak ceritanya gimana, cast-nya gimana, gitu-gitu," kata Jovani.
"But in terms of rehearsal plus rehearsals and everything, it took around two to three months. So we really worked together with Trans Studio untuk kayak 'can we visit? Do like keep checking on the different types of spaces' di sini," lanjutnya.
Menariknya, pertunjukan ini memiliki dua rute yang bisa dipilih pengunjung, yakni rute merah dan rute biru. Keduanya sama-sama membawa pengunjung menikmati pengalaman horor imersif di area theme park yang sudah tutup.
"Sebetulnya ada dua rute yang memang akan bisa dinikmati oleh pengunjung. Pengunjung bisa coba rute yang warna merah atau rute yang warna biru," jelas Triya.
Lantas, cerita seperti apa yang bakal diikuti pengunjung?
Dalam 'Bermalam di Trans Studio' perjalanan awalnya dimulai dengan tur familiarisasi keamanan. Pengunjung diajak melintasi area tertentu di Trans Studio setelah operasional berakhir.
Namun, perjalanan tersebut perlahan berubah menjadi penyelidikan misteri kematian seorang performer bernama Lita. Cerita tersebut juga disebut menjadi bagian dari universe Eclipse Studios. Disinggung apakah kisah Lita bakal berlanjut, Jovani menyebut kisah itu masih menyimpan misteri.
"Wah, itu we'll find out I guess. Kita juga belum tahu ya," ujarnya.
Jovani mengatakan dunia cerita Eclipse memang memiliki sejumlah kisah yang saling terhubung.
"Kita juga ada different types of story dan stories-nya sebenarnya link to each other juga. Nah, Lita maybe di dunia yang Eclipse ini gitu. Jadi kita belum tahu kalau ada kelanjutannya, tapi kayak, hopefully, hopefully yeah," katanya.
Triya berharap pertunjukan ini bisa menjadi pengalaman baru bagi pengunjung Trans Studio Cibubur yang selama ini lebih identik dengan aktivitas siang hari.
"Biasanya di theme park siang-siang seru-seruan siang-siang gitu, dan ini ternyata malam ketika tutup juga sama-sama serunya. Jadi harapannya tentunya penonton bisa menyaksikan dan merasakan experience langsung di 'Bermalam di Trans Studio'," kata Triya.
Jovani juga berharap pertunjukan ini bisa membuka peluang bagi lebih banyak karya immersive theater di Indonesia. Menurutnya, harga tiket yang relatif terjangkau diharapkan membuat pengalaman tersebut bisa dinikmati lebih banyak orang.
"I hope everyone gets to experience this at least once in their life. Karena it's kinda rare to find this type of theater di Indonesia especially. So we're trying to inspire people to create more art, create more stories, and just have fun with it," pungkasnya Jovani.
'Bermalam di Trans Studio' mulai digelar pada 17 September hingga 20 Oktober 2026. Setiap harinya ada dua pertunjukan, yakni pukul 19.00 WIB dan 21.00 WIB.
Pengunjung yang ingin ikut merasakan pengalaman horor ini harus berusia minimal 13 tahun. Untuk tiketnya dibanderol Rp 185.000 dan dapat dibeli melalui detikEvent.










































