'Setelah Lewat Djam Malam' Naik Panggung Teater

ADVERTISEMENT

'Setelah Lewat Djam Malam' Naik Panggung Teater

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 25 Nov 2022 20:04 WIB
Jumpa Pers Teater Setelah Lewat Djam Malam
Foto: Istimewa
Jakarta -

Film legendaris Lewat Djam Malam kini 'naik panggung' ke teater. Format terbaru pertunjukan yang mendialogkan medium film itu kini hadir dalam nama terbaru Setelah Lewat Djam Malam.

Pementasan yang disutradarai oleh sutradara kawakan Yudi Ahmad Tajudin (Teater Garasi) itu bakal berlangsung pada 2-3 Desember 2022 di Graha Bhakti Budaya, kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Sutradara Setelah Lewat Djam Malam, Yudi Ahmad Tajudin, mengatakan kerangka estetika pertunjukan ini bukan sekadar memindahkan ekspresi seni satu ke wahana lainnya.

"Tapi silang-media ini berfungsi untuk mempertemukan dan mendialogkan wahana atau media menjadi satu kesatuan ekspresi. Sejauh ini, proses latihan yang telah dilakukan menciptakan seni pertunjukan yang segar," ungkapnya saat jumpa pers di kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

Produser Yulia Evina Bhara menambahkan munculnya adaptasi ini bermula dari film Lewat Djam Malam yang bertema kebangsaan dan kedaulatan individu di dunia modern.

"Kisah yang diceritakan melalui Iskandar, seorang mantan pejuang kemerdekaan yang berusaha beradaptasi dengan dunia baru kehidupan pasca kemerdekaan yang ia bayangkan sebelumnya," kata Yulia.

Lewat pementasan Setelah Lewat Djam Malam, dapat menjadi oase dan pertunjukan segar yang berbeda di penghujung tahun.

Setelah Lewat Djam Malam naskahnya ditulis oleh Permata Adinda dan Shohifur Ridho'i. Pentasnya bakal diperankan oleh Reza Rahadian, Dira Sugandi, Kelly Tandiono, Sal Priadi, Lukman Sardi, Josh Marcy hingga penari Dansity.

Film Lewat Djam Malam yang diproduksi tahun 1954 adalah film klasik yang ditulis oleh Asrul Sani dan disutradarai oleh Usmar Ismail. Film Lewat Djam Malam meraih penghargaan Film Terbaik pada FFI 1955. Pada 2012, film ini seperti hidup kembali setelah direstorasi oleh National Museum of Singapore dan World Cinema Foundation, bekerja sama dengan Yayasan Konfiden dan Kineforum Dewan Kesenian Jakarta.

Setelah direstorasi selama kurang lebih dua tahun (2010-2012), film ini ditayangkan di Seksi Cannes Classic, Festival Film Cannes, dan kemudian diedarkan kembali secara terbatas di beberapa bioskop Indonesia.



Simak Video "Pengalaman Pertama Julie Estelle Main Teater Live"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT