NFT Arya Mularama Dipajang di Art Moments Jakarta 2022, Ini Ceritanya!

ADVERTISEMENT

NFT Arya Mularama Dipajang di Art Moments Jakarta 2022, Ini Ceritanya!

Tia Agnes Astuti - detikHot
Minggu, 06 Nov 2022 12:04 WIB
Art Moments Jakarta 2022
Foto: dok. Art Moments Jakarta 2022
Jakarta -

Art Moments Jakarta 2022 menampilkan sejumlah eksibisi spesial, tak hanya urusan temu pencinta seni maupun jual-beli karya seni. Ada pameran seni karya NFT persembahan Tezos blockchain dari TZ APAC di Hall B, Sheraton Grand Jakarta Gandaria City, Jakarta Selatan.

Salah satu karya NFT yang ditampilkan adalah ciptaan Arya Mularama. Seniman kontemporer yang dikenal dengan warna ngepop itu mengungkapkan cerita di baliknya.

"Tahun ini banyak bereksperimen buat blockchain, arahnya memang buat dikoleksi. Karya saya sama dengan tema yang selama ini saya buat, dengan warna cerah. Semua melihatnya juga bisa enjoy, tanpa harus depresi," kata Arya ketika ditemui awak media.

Khusus untuk pameran Tezos di ajang Art Moments Jakarta 2022, Arya membuat 3 karya seni NFT. Dia menggambarkan bagaimana manusia bisa diperbaiki menurut sosialnya atau istilahnya bisa dibetulkan dari perilakunya.

"Semacam kompromi, ada bagian-bagian di dalam diri kita bisa diperbaiki," tegasnya.

Sebelum menjadi seorang seniman, Arya mengaku bekerja di perusahaan agensi kreatif. Sembari kerja kantoran, dia mulai aktif memajang karya-karyanya di tingkat internasional.

Sejak 2009, Arya mulai aktif berpameran dan baru di tahun 2021 aktif di ranah blockchain. Menurutnya, melalui pasar blockchain, seniman memangkas mekanisme yang ada dalam industri seni.

Cara ini, lanjut dia, dinilai efektif untuk berjumpa dengan kolektor atau pembeli karyanya. "Yang mana, kita jual karya nggak harus lewat siapa-siapa, bisa langsung ke kolektor tanpa harus melakukan eksibisi atau pameran seni," tegasnya.

Head of Marketing TZ APAC, Jivan Tulsiani, mengatakan masa depan seniman NFT di mancanegara terbilang cerah saat ini. Mulai menjamurnya karya seni NFT menjadi salah satu aset berpotensi dalam pasar seni rupa.

"Seniman Asia Tenggara dan Indonesia secara aktif mengembangkan seni digital dalam bentuk NFT hingga mereka mampu menjangkau audiens yang lebih luas, mendapatkan kompensasi yang layak atas karya mereka, serta menjadi agen perubahan positif dalam komunitasnya," pungkas Jivan.

(tia/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT