Lukisan-lukisan Mendiang I GAK Murniasih Mejeng di Jakarta

ADVERTISEMENT

Lukisan-lukisan Mendiang I GAK Murniasih Mejeng di Jakarta

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 04 Nov 2022 16:19 WIB
Karya I GAK Murniasih di Jakarta
Foto: Courtesy of Gajah Gallery
Jakarta -

Selama 6 tahun belakangan, karya seni mendiang I Gusti Ayu Kadek Murniasih atau akrab disapa Murni mendapat pengakuan internasional. Lukisan ciptaannya sukses dipamerkan di Hong Kong, Singapura, Australia, dan baru-baru ini di Amerika Serikat.

Kritikus seni dari negeri Paman Sam mengobservasi bagaimana karyanya mengekspresikan agensi atas tubuh pribadi, menantang konvensi sosial mengenai sensualitas, dan keluar dari penggambaran stereotip para penyintas ketidakadilan.

Setelah 19 tahun menggelar pameran tunggal di Jakarta, I GAK Murniasih kini kembali ke Ibu Kota. Karya-karyanya kini dipamerkan di Gajah Gallery, Jakarta Pusat.

Galeri seni Gajah Gallery yang juga ada di Singapura menampilkan lukisan, patung kayu, dan lunak yang belum pernah dipamerkan untuk umum.

"Pameran tunggal ini berkontribusi lebih jauh ke dalam ragam diskursus global yang telah dipicu oleh karya Murni, selain juga menambah kompleksitas makna karyanya dalam konteks seni kontemporer Indonesia," tulis keterangan Gajah Gallery kepada detikcom.

Keberaniannya dalam mengangkat tema trauma, kebertahanan hidup, seksualitas dan hasrat perempuan membuat karya Murni acap diinterpretasikan dalam lensa biografis hidupnya yang penuh dengan kesengsaraan, kekerasan seksual dan penyakit. Tapi kajian-kajian baru menunjukkan bahwa karyanya telah bergema melampaui kehidupan pribadinya, secara krusial mengangkat kedalaman dan subyektivitas berbagai kaum yang telah lama terpinggirkan oleh masyarakat dan sejarah seni.

Figur-figur terdistorsi seperti dalam karya seni Murni mereferensikan bagaimana korban trauma biasanya mengalami kewalahan sensorik, memiliki figur mencekam yang muncul dalam ranah seni akhir 90an, dalam respons terhadap atmosfer opresif era Orde Baru Indonesia. Subjek ikonik lukisan Murni yang menampilkan pola visual benda menusuk kedalam area privat tubuh, seperti dalam lukisan Bikin Kesenangan Dengan Ikan.

"Murni menampilkan ketidaksetaraan berbasis gender saat itu yang menekan ekspresi kenikmatan perempuan," sambungnya.

Lukisan-lukisan adegan surealis seperti dalam karya lukisan Aku Melihat Diriku Terapung ketika seorang wanita digambarkan mengambang bahagia di udara mengomunikasikan bagaimana Murni menemukan kelegaan dalam fantasi dan mimpinya.

"Karya-karya cerah namun janggal ini pada akhirnya menggambarkan sosok seorang seniman yang menolak untuk didefinisikan hanya oleh penderitaannya," tukasnya.



Simak Video "Potret Malam Affandi, Pameran 32 Tahun Kematian Sang Maestro Lukis"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT