Arti Gidwani Gelar Pameran Tunggal, Terinspirasi dari Situasi Pandemi

ADVERTISEMENT

Arti Gidwani Gelar Pameran Tunggal, Terinspirasi dari Situasi Pandemi

Tia Agnes - detikHot
Senin, 25 Apr 2022 13:24 WIB
Seniman Arti Gidwani Gelar Pameran Tunggal di CANs Gallery
Arti Gidwani gelar pameran tunggal berjudul Hope is Not Cancelled di CAN's Gallery, Jakarta Pusat. Foto: Courtesy of Can's Gallery
Jakarta -

Seniman Arti Gidwani menggelar pameran tunggal Hope is Not Cancelled di CAN's Gallery, Jakarta Pusat. Dibuka hingga 27 April, seniman yang berkarya dengan keramik dan tembikar itu telah melanglang buana di Jakarta dan New Delhi.

Seniman kelahiran 1962 itu menyukai keramik dan tembikar ketika mulai menimba ilmu pada ahli tembikar di Singapura pada 1997. Dia pun keliling dunia untuk mengikuti banyak lokakarya pembuatan keramik sampai memutuskan membuka studionya pada 2005.

Dalam membuat karya keramik, Arti Gidwani kerap menggunakan teknik tradisional yang biasa digunakan di India dan Indonesia selama ribuan tahun lamanya. Ia biasanya menggunakan barang pecah belah dan terakota yang sebagian besar adalah buatan tangan dan punya warna memikat.

Di pameran tunggalnya kali ini, karya-karya terbarunya terinspirasi oleh pandemi global yang menghantam dunia di awal 2020.

"Ketika krisis datang, manusia beralih ke berbagai medium untuk menyalurkan pengalaman mereka," kata Arti tentang inspirasi karya terbarunya.

Karya-karya Arti Gidwani dalam pameran tunggal Hope is Not Cancelled merefleksikan perjalanan emosional sang seniman selama dua tahun terakhir. Menurut Arti, hal itu adalah caranya untuk berdamai dengan berbagai kesulitan.

"Ini adalah cara saya untuk menemukan kekuatan dan menyalurkan emosi dan medium di masa-masa sulit ini (pandemi COVID-19)" katanya.

Pameran tunggal Hope is Not Cancelled memajang karya-karya terbarunya yang penuh humor, afirmasi, energi, dan kegembiraan. Melalui karyanya, ia ingin menyampaikan pesan kepada pencinta seni di luar sana agar tidak sendirian.

"Saya ingin kita semua tahu dan percaya bahwa kita bersama-sama di masa sulit ini. Kita tidak sendirian," pungkasnya.

Sepanjang dua dekade terakhir, karya-karya Arti Gidwani sukses dipamerkan dalam berbagai pameran tunggal dan kelompok. Di antaranya adalah Clay with Silvering Lining di Indigo Blue Art Gallery Singapura pada 2009, Jakarta Art Bazaar pada 2017, hingga In Conversation - A Potter and a Painter di Ciputra Artpreneur, Jakarta.



Simak Video "Keren! 3 Seniman Video Mapping Indonesia Lolos Tokyo Light Festival"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT