ADVERTISEMENT

Unik! Karya Instalasi Jompet Kuswidananto Jadi Sorotan di Art Jakarta Gardens

Tia Agnes - detikHot
Minggu, 10 Apr 2022 18:20 WIB
Seniman Jompet Kuswidananto
Jompet Kuswidananto pamerkan karya instalasinya di Art Jakarta Gardens. Foto: artjog/ instagram
Jakarta -

Art Jakarta Gardens 2022 memberikan ruang lebih besar bagi karya seni patung ciptaan pematung Tanah Air dan mancanegara. Di antara 25 patung, ada salah satu karya yang menjadi sorotan.

Perupa asal Yogyakarta, Jompet Kuswidananto, menampilkan dua karya seni instalasi di area luar tenda A yang dipresentasikan oleh ISA Art and Design. Uniknya, karya tersebut kontras dengan puluhan patung lainnya yang gigantik, megah, maupun artistik.

Jompet Kuswidananto tidak menggambarkan hal tersebut. Tapi sukses membuat pencinta seni berdecak kagum dengan konsep dan tampilan karya instalasi tersebut.

Dua karyanya tersebut berbentuk seperti rumah dari perkampungan kumuh yang terbuat dari seng. Atap maupun dinding rumah sama-sama terbuat dari seng.

Di dalam rumah yang berjudul Love is a Many Slendored Thing #2 (2021), ada sebuah piano rusak yang tuts hingga organ piano lainnya berantakan. Di atasnya ada candelier yang dibuat sengaja jatuh di atas piano.

Satu rumah seng lainnya berjudul Long Shadow #4 (2021) yang memuat satu obyek yakni candelier dengan segala kebobrokannya.

Seni instalasi karya Jompet Kuswidananto.Seni instalasi karya Jompet Kuswidananto yang jadi sorotan di Art Jakarta Gardens. Foto: Tia Agnes/detikHOT

Exhibition Manager ISA Art and Design, Miranti Dian S, mengatakan salah satu karya instalasi Jompet pernah dipamerkan di ARTJOG. Tapi untuk pertama kalinya ada di luar ruang atau outdoor.

"Jompet selalu berbicara soal pertentangan, di sini dia membicarakan soal narasi yang dibentuk usai kemerdekaan Indonesia. Kita sudah senang tapi banyak traumatis. Karya ini bicara soal kemapanan dan traumatik," ungkapnya kepada detikcom.

Material seng yang digunakan, lanjut Miranti Dian, adalah simbol dari rumah yang biasanya ada di perumahan masyarakat kurang mampu. Simbol lainnya seperti piano atau candelier adalah tentang kebangsawanan.

"Akhirnya bikin pertentangan dengan rumah kumuh, di balik narasi merdeka, masih ada tragedi tentang kesusahan," sambungnya.

Selain karya instalasi Jompet Kuswidananto, galeri seni ISA Art and Design juga menampilkan dua karya dari Eddi Prabandono, dan satu karya instalasi Sayap Sukacita ciptaan Aaron Taylor Kuffner yang terdiri dari seperangkat gamelan.

Art Jakarta Gardens 2022 masih berlangsung sampai 14 April 2022 di area Hutan Kota by Plataran, kawasan GBK, Jakarta Pusat. Tiketnya dibanderol seharga Rp 150 ribu.



Simak Video "Awal Mula Soleh Solihun Kena Pungli di Samsat Jaksel"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT