Museum MACAN Buka Ruang Seni Anak, Siapkan Prokes Ketat

Tia Agnes - detikHot
Minggu, 05 Des 2021 10:36 WIB
Main-main di Hutan yang Hilang Museum MACAN
Museum MACAN Buka Ruang Seni Anak, Siapkan Prokes Ketat. (Foto: Courtesy Museum MACAN)
Jakarta -

Museum MACAN resmi membuka ruang seni anak komisi UOB yang menampilkan proyek seni imersif ciptaan Tromarama mulai 4 Desember 2021. Apa saja yang disiapkan pihak museum?

Kurator Edukasi dan Program Publik, Nin Djani, mengatakan tim Museum MACAN menyiapkan prokes ketat sesuai aturan yang diterapkan pemerintah.

"Khusus untuk ruang seni anak, satu ruangan maksimal 10 orang buat satu kloter kunjungan. Ruang seni anak kali ini juga cukup besar ketimbang pameran-pameran sebelumnya," kata Nin Djani saat ditemui detikcom, Jumat (3/12/2021).

Secara resmi, Museum MACAN sudah membuka ruang pamernya sejak 26 Oktober 2021 sesuai dengan aturan pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 COVID-19 di wilayah Jawa dan Bali.

Sesuai aturan tersebut, lokasi tempat seni, budaya, maupun kegiatan masyarakat yang dapat menimbulkan kerumunan bisa dibuka maksimal kapasitas 50 persen.

Secara khusus, Nin Djani menegaskan ruang seni anak dan area keseluruhan lainnya bakal didisinfeksi dan dibersihkan secara berkala.

"Di ruang seni anak ada tablet-tablet yang dipakai pengunjung khususnya anak-anak untuk membuat makhluk-makhluk imajiner mereka di aplikasi. Nah, itu akan dibersihkan secara berkala. Kami juga menyiapkan hand sanitizer di beberapa titik," kata Nin Djani.

Ruang seni anak kali ini menghadirkan The Lost Jungle atau Hutan yang Hilang ciptaan dari kelompok kolektif asal Bandung, Tromarama. Setiap periode pameran, ruang seni anak di Museum MACAN mengundang anak-anak untuk melakukan berbagai aktivitas dan agar bisa berkreasi dengan berbagai cara di ruang tersebut.

"Dari setiap proyek seni kami mencoba memberikan pengalaman yang berbeda. Tema yang diangkat juga berbeda-beda, dari pameran pertama yang ditampilkan oleh Entang Wiharso, Gatot Indrajati, Shooshie Sulaiman, Mit Jain Inn, sampai yang kelima Citra Sasmita," terang Nin Djani.

"Di pameran ruang seni anak yang keenam ini belum pernah memakai new media art atau secara khusus bersinggungan dengan teknologi. Dari awal tahun 2020, kami sudah membuat konsep ini, tapi karena efek pandemi kami membuatnya meminimalisasi sentuhan dan agar bisa interaktif dari rumah juga," tukasnya.

(tia/mau)